Tema : Remaja
Judul :Kesetian
Alur : Alur Maju
Latar :
1. Latar Tempat : Di kelas, Di kantin
2. Latar Waktu : Pagi Hari, Siang Hari, Saat belajar
3. Latar Suasana :
Sudut Pandang
1.
Tema :
- Judul :
Alur : Alur Maju
Latar :
1. Latar Tempat : Di kelas, Di kantin
2. Latar Waktu : Pagi Hari, Siang Hari, Saat belajar
3. Latar Suasana :
Sudut Pandang
1. Helena Nababan sebagai Chika : centil, baik

2. Wulan Dwi Afrina sebagai Aira : baik, setia
3.
Nurlaila Karimah sebagai Zeezee : manja, suka memaksa
Nurlaila Karimah sebagai Zeezee : manja, suka memaksa4. Sigit Sugiarto sebagai Agil : baik, pengertian
5. Dirga Ananda sebagai Adit : baik, cuek
Amanat
Dialog/Percakapan
Zee dan Adit sudah kenal sejak SMP. Setelah tamat SMP, mereka melanjut ke SMA Negeri 1 Perbaungan ( secara mereka pacaran gitu, mana mau pisah ). Di SMA, mereka kenal dengan Chika, Agil, dan Aira. Mereka satu kelas dan ternyata Chika, Agil, Aira bersahabat. Tetapi Chika, Agil, dan Aira tidak menyukai Zee dan Adit. Karena, kalau mereka pacaran, terlalu ‘gimana gitu.
Agil sendiri diam-diam menyimpan perasaan kepada Aira sahabatnya dan memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya itu. Adit yang sudah lama mempunyai hubungan spesial dengan Zee-zee pun mempunyai perasaan yang sama seperti Agil terhadap Aira. Adit menghentikan hubungannya dengan Zee-zee karena perasaannya kepada Aira. Tetapi Aira tidak menerima salah satu dari mereka karena ia sudah memiliki pacar dan dia ingin setia.
Pada saat pagi hari, ketika Aira datang.
Chika : Pagi bawel..
Aira : Pagi juga centil..
Chika : Ra, Agil mana ? Kalian gak pergi bareng ?
Aira : Gak nih. Aku tadi diantar abangku.
Chika : Oh..
Ketika sedang asik bercerita, Zee dan Adit pun datang. Seperti biasa, mereka selalu bergandengan. Di belakang mereka, ada Agil juga yang baru datang. Agil tersenyum kepada Chika dan Aira karena melihat tingkah Zee dan Adit. Lalu, Agil yang baru datang segera menghampiri meja Chika dan Aira.
Chika : Kenapa kamu senyam-senyum gitu ?
Agil : Itu, Zee dan Adit. Tiada hari tanpa gandengan tangan. Cape deh...
Chika : Ntah tu. Lebay banget.
Aira : Udah kebiasaan kali.....
Agil, Chika, dan Aira tertawa....
Bel masuk pun tiba. Semua murid segera menuju tempat duduk masing-masing untuk memulai mengikuti pelajaran hari ini, termasuk Adit, Zee-zee, Agil, Chika, dan Aira. Mereka tampak serius mengikuti pelajaran. Dan tanpa terasa, bel istirahat pun tiba.
Agil : Ra, Ka kantin yok..
Aira : Gak ah, aku males.. sama Chika aja deh..
Chika : Aku pun gak lah kalau Aira gak.
Agil : Yaudah deh.. Aku sendiri aja..
Zee pun keliatannya sedang mengajak Adit ke kantin. Tetapi, Adit gak mau.
Zee : Dit, temenin ke kantin dong...
Adit : Aduh Zee, kan aku udah bilang, aku itu lagi males. Sama yang lain aja deh..
Zee : Sebentar aja, Dit..
Adit : Eh , itu Agil..
Gil...
Agil : Ada apa Dit ?
Adit : Mau ke kantin ya ? Kok sendiri ?
Agil : Iya nih. Chika dan Aira gak mau di ajakin ke kantin.
Adit : Kebetulan dong. Nih Zee juga mau ke kantin. Kalian bareng aja.
Zee, bareng Agil aja ya..
Agil : Oh, yaudah..yok Zee..
Zee kesel dengan Adit dan menatapnya sinis. Sedangkan Adit,merasa senang karena bisa bersama Aira. Sejak pertama Adit kenal Aira, dia merasa ada hal aneh dalam dirinya. Ternyata, Adit suka sama Aira, sama seperti Agil. Setelah Zee dan Agil pergi, Adit pun langsung ‘nyamperin Aira dan Chika yang sedang asik bercerita.
Adit : Hai Ra, Ka..kayaknya seru banget nih ceritanya. Boleh gabung gak ?
Chika : Boleh dong, Dit. Yaudah, gabung aja.
Aira : Kok gak bareng Zee, Dit ?
Adit : Aku lagi males nih ke kantin. Aku pengen gabung kalian.
Chika : Sejak kapan kamu mau gabung sama kami ? Biasanya kan kamu selalu berdua sama Zee.
Adit : Sejak saat ini.. J
Aira : Sepertinya, ada sesuatu nih. Gak biasanya kan Adit mau gabung sama kita..
Chika : Iya nih.. Aneh lu, Dit..
Saat sedang asik cerita, tiba-tiba Zee dan Agil sudah kembali. Zee semakin kesal melihat perilaku Adit. Lalu, Aira mengajak Agil untuk menemaninya membayar uang sekolah. Dan tinggallah Chika dan Adit berdua.
Adit : Ka, aku mau minta bantuan kamu nih..
Chika : Bantuan apa ? Kayak korban bencana alam aja sih kamu.. J
Adit : Aku suka sama Aira.. Comblangin dong..
Chika : Oh, aku ngerti..Karena kamu suka sama Aira kan makanya kamu gabung sama kami ?
Adit : Iya. Bantu aku dong Ka...Pliiis.. Tapi, soal ini kita dulu yang tau ya...
Chika : Gimana dengan Zee-zee ? Oh iya, Agil juga suka sama Aira, Dit.. Selain itu, Aira juga uda punya pacar. Memang sih pacar Aira itu jauh.
Adit : Apa salahnya di coba, sapa tau, dia terima aku.. Soal Zee gampang deh..
Chika : Iya deh.. Jadi mau kamu kapan ?
Adit : Kalau bisa, nanti pulang sekolah..
Chika : Gila loe..Yaudah deh..ntar aku bilangin sama Aira..
Zee yang melihat Chika dan Adit semakin akrab, dia semakin cemburu. Lalu Zee menarik Adit ke tempat duduknya.
Zee : Dit, kamu itu kenapa sih ? Kok cuek banget samaku ?
Adit : Gak papa kok..
Zee : Kamu nyebelin banget ya..Kalau gini terus, aku gak tahan deh..
Adit : Yaudah, kenapa gak putus aja ?
Zee : Ih..terserah deh..Kalau mau putus, yaudah..
Adit : yaudah.. ( dengan santai )
Zee pun langsung pindah ke tempat duduk yang lain dan meninggalkan Adit sendiri. Agil dan Aira yang sedang berdua, ternyata Agil diam-diam menyatakan perasaannya kepada Aira. Chika dan Adit pun diam-diam merhatikan mereka.
Agil : Ra, aku suka sama kamu..
Aira : Kamu becandanya berlebihan deh..
Agil : Ra, aku serius.. Kamu mau gak jadi pacar aku ?
Aira : Gil, kita itu sahabatan. Gak mungkin lah aku terima kamu. Lagian, aku udah punya pacar. Aku pengen setia..
Agil : Tapi kan, pacar kamu jauh Ra..
Aira : Meskipun dia jauh, tapi aku tetap pengen setia, Gil.. Maaf ya..
Agil : Yaudah deh, gpp kok Ra.. Bisa jadi sahabat kamu aja, aku seneng banget.
Lalu Aira kembali ke tempat duduknya karena Adit sudah tidak ada dan menceritakan kejadian tadi kepada Chika.
Aira : Ka, tadi Agil nembak aku..
Chika : Apa ? terus gimana ?
Aira : Aku tolak dia.. Aku jelasin juga sama dia, dia pun ngerti kok..
Chika : Bagus deh kalau dia ngerti.
Hari ini pulang cepat. Berhubung karena guru-guru sedang rapat. Dan Adit pun segera beraksi. Chika segera menarik Agil keluar dan membiarkan Adit dan Aira di dalam kelas. Di luar, Chika menjelaskan semuanya kepada Agil.
Adit : Ra, aku mau ngomong..
Aira : Ya Dit..Ada apa ?
Adit : Ra, sebenarnya aku suka sama kamu..
Aira : Terus ?
Adit : Aku pengen jadi pacar kamu, Ra.. Kamu mau gak ?
Aira : Aduh Dit..Kamu gila ya ? Kamu itu punya Zee-zee..Kalau dia sampe tau, dia pasti marah banget sama aku..
Adit : Aku udah putus sama Zee..
Aira : Trs, aku jadi pelarian, gitu ?
Adit : Gak gitu, Ra..Aku memang suka sama kamu..Aku sayang kamu, Ra..
Ternyata, Zee belum pulang. Dia mendengar semuanya. Lalu ia masuk ke dalam kelas.
Zee : Oh, jadi gini.. Cuma karena dia kamu mau putus sama aku ?
Adit : Zee, kamu jangan nyalahin dia dong.. Aku itu mau putus sama kamu kan karena kamu sendiri yang bilang kalau kamu gak tahan dengan sifat cuekku.. Ya kan ?
Zee : Berarti kamu cuek dan semakin cuek sama aku gara-gara kamu suka sama dia ?
Adit : Bukan karena itu aja. Tapi jujur, aku gak suka sama sifat manja kamu yang semakin lama semakin menjadi. Sampe kapan aku harus nuruti semua kemaun kamu, Zee ?
Zee : Alah...Alasan ! Aku benci sama kamu, Dit..
Aira pun bingung harus berbuat apa melihat mereka bertengkar seperti itu. Lalu, Zee pun pergi meninggalkan mereka berdua.
Adit : Ra, jadi gimana yang tadi ?
Aira : Dit, kamu itu gak mikirin perasaan Zee ya. Baru tadi putus sama dia, siang ini kamu langsung ngajak aku jadian.
Adit : Tapi Ra, aku gak bisa terus-terusan bohongin perasaan aku.
Aira : Maaf Dit, aku gak bisa terima kamu. Aku sudah punya pacar. Sekarang, kamu kejar Zee dan minta maaf sama dia.
Adit : Jadi bener Ra kamu gak bisa terima aku ?
Aira : Iya Dit. Sekali lagi aku minta maaf dan ku harap kamu bisa ngerti.
Aira langsung keluar meninggalkan Adit dan mengajak Chika pulang. Tak lama kemudian, Adit pun keluar. Agil melihat wajah Adit dan menduga bahwa Aira juga menolaknya.
Agil : Gimana Dit ?
Adit : ( Adit hanya menggelengkan kepalanya )
Agil : Dit, kayaknya memang susah buat dapetin Aira.
Adit : Iya, dia gak nerima aku, karena pacarnya, Dia gak mau menduakan pacarnya. Meskipun pacarnya jauh, dia tetap setia. Dia cewek yang istimewa, Gil.
Agil : Itu juga alasan dia sama aku. Dan dia juga mikirin persahabatan kami. Mungkin, kita cuma bisa jadi sahabatnya, Dit.
Adit : Bisa jadi sahabat dia aja, aku sudah senang, Gil..
Agil : Nah, kalau gitu senyum dong..
Adit : J
Akhirnya, Adit dan Agil pulang bersama. Dan sejak saat itu, Adit, Agil, Chika, dan Aira bersahabat karib.
Helena Nababan sebagai Chika : centil, baik

2. Wulan Dwi Afrina sebagai Aira : baik, setia

3.
Nurlaila Karimah sebagai Zeezee : manja, suka memaksa
Nurlaila Karimah sebagai Zeezee : manja, suka memaksa4. Sigit Sugiarto sebagai Agil : baik, pengertian
5. Dirga Ananda sebagai Adit : baik, cuek
Amanat
Dialog/Percakapan
Zee dan Adit sudah kenal sejak SMP. Setelah tamat SMP, mereka melanjut ke SMA Negeri 1 Perbaungan ( secara mereka pacaran gitu, mana mau pisah ). Di SMA, mereka kenal dengan Chika, Agil, dan Aira. Mereka satu kelas dan ternyata Chika, Agil, Aira bersahabat. Tetapi Chika, Agil, dan Aira tidak menyukai Zee dan Adit. Karena, kalau mereka pacaran, terlalu ‘gimana gitu.
Agil sendiri diam-diam menyimpan perasaan kepada Aira sahabatnya dan memberanikan diri untuk menyatakan perasaannya itu. Adit yang sudah lama mempunyai hubungan spesial dengan Zee-zee pun mempunyai perasaan yang sama seperti Agil terhadap Aira. Adit menghentikan hubungannya dengan Zee-zee karena perasaannya kepada Aira. Tetapi Aira tidak menerima salah satu dari mereka karena ia sudah memiliki pacar dan dia ingin setia.
Pada saat pagi hari, ketika Aira datang.
Chika : Pagi bawel..
Aira : Pagi juga centil..
Chika : Ra, Agil mana ? Kalian gak pergi bareng ?
Aira : Gak nih. Aku tadi diantar abangku.
Chika : Oh..
Ketika sedang asik bercerita, Zee dan Adit pun datang. Seperti biasa, mereka selalu bergandengan. Di belakang mereka, ada Agil juga yang baru datang. Agil tersenyum kepada Chika dan Aira karena melihat tingkah Zee dan Adit. Lalu, Agil yang baru datang segera menghampiri meja Chika dan Aira.
Chika : Kenapa kamu senyam-senyum gitu ?
Agil : Itu, Zee dan Adit. Tiada hari tanpa gandengan tangan. Cape deh...
Chika : Ntah tu. Lebay banget.
Aira : Udah kebiasaan kali.....
Agil, Chika, dan Aira tertawa....
Bel masuk pun tiba. Semua murid segera menuju tempat duduk masing-masing untuk memulai mengikuti pelajaran hari ini, termasuk Adit, Zee-zee, Agil, Chika, dan Aira. Mereka tampak serius mengikuti pelajaran. Dan tanpa terasa, bel istirahat pun tiba.
Agil : Ra, Ka kantin yok..
Aira : Gak ah, aku males.. sama Chika aja deh..
Chika : Aku pun gak lah kalau Aira gak.
Agil : Yaudah deh.. Aku sendiri aja..
Zee pun keliatannya sedang mengajak Adit ke kantin. Tetapi, Adit gak mau.
Zee : Dit, temenin ke kantin dong...
Adit : Aduh Zee, kan aku udah bilang, aku itu lagi males. Sama yang lain aja deh..
Zee : Sebentar aja, Dit..
Adit : Eh , itu Agil..
Gil...
Agil : Ada apa Dit ?
Adit : Mau ke kantin ya ? Kok sendiri ?
Agil : Iya nih. Chika dan Aira gak mau di ajakin ke kantin.
Adit : Kebetulan dong. Nih Zee juga mau ke kantin. Kalian bareng aja.
Zee, bareng Agil aja ya..
Agil : Oh, yaudah..yok Zee..
Zee kesel dengan Adit dan menatapnya sinis. Sedangkan Adit,merasa senang karena bisa bersama Aira. Sejak pertama Adit kenal Aira, dia merasa ada hal aneh dalam dirinya. Ternyata, Adit suka sama Aira, sama seperti Agil. Setelah Zee dan Agil pergi, Adit pun langsung ‘nyamperin Aira dan Chika yang sedang asik bercerita.
Adit : Hai Ra, Ka..kayaknya seru banget nih ceritanya. Boleh gabung gak ?
Chika : Boleh dong, Dit. Yaudah, gabung aja.
Aira : Kok gak bareng Zee, Dit ?
Adit : Aku lagi males nih ke kantin. Aku pengen gabung kalian.
Chika : Sejak kapan kamu mau gabung sama kami ? Biasanya kan kamu selalu berdua sama Zee.
Adit : Sejak saat ini.. J
Aira : Sepertinya, ada sesuatu nih. Gak biasanya kan Adit mau gabung sama kita..
Chika : Iya nih.. Aneh lu, Dit..
Saat sedang asik cerita, tiba-tiba Zee dan Agil sudah kembali. Zee semakin kesal melihat perilaku Adit. Lalu, Aira mengajak Agil untuk menemaninya membayar uang sekolah. Dan tinggallah Chika dan Adit berdua.
Adit : Ka, aku mau minta bantuan kamu nih..
Chika : Bantuan apa ? Kayak korban bencana alam aja sih kamu.. J
Adit : Aku suka sama Aira.. Comblangin dong..
Chika : Oh, aku ngerti..Karena kamu suka sama Aira kan makanya kamu gabung sama kami ?
Adit : Iya. Bantu aku dong Ka...Pliiis.. Tapi, soal ini kita dulu yang tau ya...
Chika : Gimana dengan Zee-zee ? Oh iya, Agil juga suka sama Aira, Dit.. Selain itu, Aira juga uda punya pacar. Memang sih pacar Aira itu jauh.
Adit : Apa salahnya di coba, sapa tau, dia terima aku.. Soal Zee gampang deh..
Chika : Iya deh.. Jadi mau kamu kapan ?
Adit : Kalau bisa, nanti pulang sekolah..
Chika : Gila loe..Yaudah deh..ntar aku bilangin sama Aira..
Zee yang melihat Chika dan Adit semakin akrab, dia semakin cemburu. Lalu Zee menarik Adit ke tempat duduknya.
Zee : Dit, kamu itu kenapa sih ? Kok cuek banget samaku ?
Adit : Gak papa kok..
Zee : Kamu nyebelin banget ya..Kalau gini terus, aku gak tahan deh..
Adit : Yaudah, kenapa gak putus aja ?
Zee : Ih..terserah deh..Kalau mau putus, yaudah..
Adit : yaudah.. ( dengan santai )
Zee pun langsung pindah ke tempat duduk yang lain dan meninggalkan Adit sendiri. Agil dan Aira yang sedang berdua, ternyata Agil diam-diam menyatakan perasaannya kepada Aira. Chika dan Adit pun diam-diam merhatikan mereka.
Agil : Ra, aku suka sama kamu..
Aira : Kamu becandanya berlebihan deh..
Agil : Ra, aku serius.. Kamu mau gak jadi pacar aku ?
Aira : Gil, kita itu sahabatan. Gak mungkin lah aku terima kamu. Lagian, aku udah punya pacar. Aku pengen setia..
Agil : Tapi kan, pacar kamu jauh Ra..
Aira : Meskipun dia jauh, tapi aku tetap pengen setia, Gil.. Maaf ya..
Agil : Yaudah deh, gpp kok Ra.. Bisa jadi sahabat kamu aja, aku seneng banget.
Lalu Aira kembali ke tempat duduknya karena Adit sudah tidak ada dan menceritakan kejadian tadi kepada Chika.
Aira : Ka, tadi Agil nembak aku..
Chika : Apa ? terus gimana ?
Aira : Aku tolak dia.. Aku jelasin juga sama dia, dia pun ngerti kok..
Chika : Bagus deh kalau dia ngerti.
Hari ini pulang cepat. Berhubung karena guru-guru sedang rapat. Dan Adit pun segera beraksi. Chika segera menarik Agil keluar dan membiarkan Adit dan Aira di dalam kelas. Di luar, Chika menjelaskan semuanya kepada Agil.
Adit : Ra, aku mau ngomong..
Aira : Ya Dit..Ada apa ?
Adit : Ra, sebenarnya aku suka sama kamu..
Aira : Terus ?
Adit : Aku pengen jadi pacar kamu, Ra.. Kamu mau gak ?
Aira : Aduh Dit..Kamu gila ya ? Kamu itu punya Zee-zee..Kalau dia sampe tau, dia pasti marah banget sama aku..
Adit : Aku udah putus sama Zee..
Aira : Trs, aku jadi pelarian, gitu ?
Adit : Gak gitu, Ra..Aku memang suka sama kamu..Aku sayang kamu, Ra..
Ternyata, Zee belum pulang. Dia mendengar semuanya. Lalu ia masuk ke dalam kelas.
Zee : Oh, jadi gini.. Cuma karena dia kamu mau putus sama aku ?
Adit : Zee, kamu jangan nyalahin dia dong.. Aku itu mau putus sama kamu kan karena kamu sendiri yang bilang kalau kamu gak tahan dengan sifat cuekku.. Ya kan ?
Zee : Berarti kamu cuek dan semakin cuek sama aku gara-gara kamu suka sama dia ?
Adit : Bukan karena itu aja. Tapi jujur, aku gak suka sama sifat manja kamu yang semakin lama semakin menjadi. Sampe kapan aku harus nuruti semua kemaun kamu, Zee ?
Zee : Alah...Alasan ! Aku benci sama kamu, Dit..
Aira pun bingung harus berbuat apa melihat mereka bertengkar seperti itu. Lalu, Zee pun pergi meninggalkan mereka berdua.
Adit : Ra, jadi gimana yang tadi ?
Aira : Dit, kamu itu gak mikirin perasaan Zee ya. Baru tadi putus sama dia, siang ini kamu langsung ngajak aku jadian.
Adit : Tapi Ra, aku gak bisa terus-terusan bohongin perasaan aku.
Aira : Maaf Dit, aku gak bisa terima kamu. Aku sudah punya pacar. Sekarang, kamu kejar Zee dan minta maaf sama dia.
Adit : Jadi bener Ra kamu gak bisa terima aku ?
Aira : Iya Dit. Sekali lagi aku minta maaf dan ku harap kamu bisa ngerti.
Aira langsung keluar meninggalkan Adit dan mengajak Chika pulang. Tak lama kemudian, Adit pun keluar. Agil melihat wajah Adit dan menduga bahwa Aira juga menolaknya.
Agil : Gimana Dit ?
Adit : ( Adit hanya menggelengkan kepalanya )
Agil : Dit, kayaknya memang susah buat dapetin Aira.
Adit : Iya, dia gak nerima aku, karena pacarnya, Dia gak mau menduakan pacarnya. Meskipun pacarnya jauh, dia tetap setia. Dia cewek yang istimewa, Gil.
Agil : Itu juga alasan dia sama aku. Dan dia juga mikirin persahabatan kami. Mungkin, kita cuma bisa jadi sahabatnya, Dit.
Adit : Bisa jadi sahabat dia aja, aku sudah senang, Gil..
Agil : Nah, kalau gitu senyum dong..
Adit : J
Akhirnya, Adit dan Agil pulang bersama. Dan sejak saat itu, Adit, Agil, Chika, dan Aira bersahabat karib.
NB : Mohon kritikan dan Saran dari setiap pembaca untuk kami , agar kami dapat memberi yang lebih baik




